Apakah Semakin Tinggi Kedudukan Harus Semakin Sibuk?

Apakah Semakin Tinggi Kedudukan Harus Semakin Sibuk?

Banyak dari kita, ataupun kita bisa amati orang-orang di sekitar kita yang mempunyai kedudukan, pangkat atau jabatan tinggi. Semakin tinggi yang terjadi adalah semakin sibuk. Sebenernya ini sangat wajar terjadi karena semakin tinggi kedudukan maka semakin besar juga urusannya. Tapi apakah itu benar? Apakah semakin besar urusan harus semakin sibuk?

Ilustrasinya seperti ini.

Ketika seorang anak umur 3 tahun makan di meja makan, yang harus dia pikirkan adalah bagaimana caranya dia bisa memakan makanan di hadapannya dengan benar sampai makanan itu habis. Anak kecil umur ini kita anggap sebagai Low Level Employee.

Kemudian di sebelah anak umur 3 tahun itu ada sang kakak umur 12 tahun. Sang kakak berkewajiban untuk memakan makanan di hadapannya dan memastikan si adik umur 3 tahun makan dengan benar. Jika si adik melakukan kesalahan dengan tidak memakan makanannya, maka si kakak harus memberitahu dan mengarahkan si adik agar bisa menghabiskan makanannya dengan benar. Si kakak ini bisa kita anggap sebagai Middle Level Employee.

Di seberang meja ada sang ibu. Sang ibu ini bertanggung jawab untuk menyiapkan atau menyuruh pembantu menyiapkan makanan di meja makan dan memastikan semuanya berjalan lancar. Selain itu sang ibu juga bertanggung jawab mendidik sang kakak agar bisa menjadi kakak yang baik yang bisa menjaga dan menuntun adiknya ketika makan. Sang ibu ini kita anggap sebagai Middle Level Manager.

Di ujung tengah meja ada sang Ayah sebagai pemimpin di meja makan tersebut. Sang ayah ini intinya harus mengatur jadwal dan memastikan setiap hari keluarganya bisa berkumpul makan di meja makan. Sang ayah inilah yang kita sebut Leader, CEO, ataupun Business Owner.

Dari ilustrasi di atas kita bisa tau bahwa semakin tinggi kedudukan yang semakin besar adalah tanggung jawab bukan beban pekerjaan. Mungkin saja sebenarnya pekerjaan yang paling berat dirasakan oleh si kakak umur 12 tahun. Karena dia harus memakan makanannya dan memastikan si adik makan dengan benar secara detail.

Balik lagi ke inti dari tulisan ini. Seorang pemimpin seharusnya mulai meninggalkan pekerjaan-pekerjaan detail dalam kesehariannya. Karena jika seorang pemimpin terlalu memikirkan pekerjaan detail maka seorang pemimpin akan sulit melihat gambaran besar dari sesuatu yang dia hadapi.

Apakah Semakin Tinggi Kedudukan Harus Semakin Sibuk

Jika ditanya apakah seorang pemimpin harus tahu detail? Tentunya harus. Tetapi tidak berarti si pemimpin itu harus bisa mengerjakan sesuatu yang detail tersebut.

Konsep ini sudah mulai saya terapkan. Walaupun saya sendiri masing menjadi seorang Middle Level Employee saya mulai menyadari hal ini. Tidak harus semua dikerjakan oleh diri sendiri. Pendelegasian harus dilakukan. Manfaatnya tentu kita jadi tidak terlalu sibuk, bisa memberikan pengalaman pada bawahan dan sekaligus latihan menjadi seorang pemimpin.

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat dan memberikan insight positif.

1 Comment
  1. Reply
    Greg 15 Juli 2018 at 10:25

    mate your site is really cool, but it has a poor Domain Authority
    sad truth is that sites with poor Domain Authority won’t rank high in Google and in result get very little of traffic
    I had the same problem in the past and my website didn’t rank high in Google
    I searched for a professional who would help me with it; found one guy who really helped me rank higher in Google and increase my Domain Authority to 58! I’m super happy with this score
    Contact him: http://janzac.com/contact-janzac/ (his prices are very reasonable for the service he provides)

Kirimkan Pesan