Awkward Moment

Momen dimana sesuatu terjadi “secara salah” dan kita bingung apa yang harus dilakukan. Biasanya momen ini sering terjadi ketika kita ngobrol dengan orang yang belum terlalu dekat dengan kita atau dengan orang yang kita anggap derajatnya lebih tinggi dari kita.
Padahal seperti yang kita ketahui teman2. “Derajat seorang manusia itu ditentukan oleh tingkat ketaatan dan amal2annya bukan dari penilaian sesama mahkluk”. Astagfirullahaladzim.

Awkward moment sering saya alami. Tapi seiring berjalannya waktu dan pengalaman yang menempa diri, Saya mulai mengerti polanya & sedikit demi sedikit bisa menghandlenya. .
Ternyata awkward moment terjadi karena 2 alasan.

1. Karena kita khawatir awkward moment akan terjadi sehingga yang dikhawatir-khawatirkan malah terjadi. Untuk poin ini sebenernya kita tidak usah terlalu khawatir, karena awkward moment merupakan fenomena satu arah. Jadi kalau misalnya terjadi awkward moment, biasanya ke awkward an ini (gimana ya istilahnya) cuma dirasa oleh 1 orang saja.
2. Karena kita berusaha membuktikan diri kita pada orang lain. Misalnya pada dosen, temen baru, kecengan atau pada atasan. Sering kali awkward moment ini muncul, beda kalau kita sudah kenal, sudah tau seluk beluk orang yg kita hadapi. Biasanya kita lebih santai & obrolan pun mengalir seperti air di pegunungan.

Its ok to be socially awkward, because awkwardness is a process. .
Kalau kata Raditya Dika, manusia itu proses pertumbuhannya dimulai dari anak-anak, remaja, ALAY kemudian baru dewasa.
Sedangkan interaksi sosial polanya dimulai dari gak kenal, mulai kenal, AWKWARD, kemudian baru bisa bener-bener kenal.

We will be happy to hear your thoughts

Kirimkan Pesan