How Could This Happen?

Tidak seperti biasanya pagi itu saya sudah nyampe kantor tapi belum membeli sarapan, akhirnya saya memutuskan membeli sarapan di luar kantor. Sarapan hari itu adalah lontong kari dekat kantor, lontong kari yang sebelumnya tidak pernah saya beli.

Karena udara cukup panas, saya berinisiatif untuk mengambil air dingin untuk minum. Perlahan-lahan saya minum.

Slurrp slurp..

Selesai minum, gelas pun saya letakkan kembali di meja kerja. Saya kembali melanjutkan aktifitas.

Tuktak tuktik tuktak tuktik mengetik seraya ditemani lagu  Circles, The Reckless and The Brave, The Irony of Choking on a Lifesaver, Damned if do ya Damned if I Don’t, Holly dan lanjut ke Too Much. Semuanya lagu dari band pop punk asal Baltimore USA. All Time Low.

Band ini merupakan band terbaik sepanjang masa  favorit saya, semua lagunya yang berjumlah puluhan dari 9 buah album semuanya saya tahu, bahkan unreleased song-nya pun saya tahu. Teman saya koko hanifan sampai geleng-geleng dan mengatakan saya terlalu  idealis karena sangat sulit bagi dia untuk memberikan rekomendasi agar saya berpaling ke band pop punk lain yang mungkin saya suka.

Tagline “Good Things Come To Those Who Hustle” yang ada pada website ini pun sedikit terpengaruh dari All Time Low karena sebutan fans All Time Low adalah Hustler.

Btw, ada kejadian yang cukup menarik perhatian saya di pagi itu. Di sekeliling dan di bawah gelas yang saya pakai ternyata basah. Saya jadi ingat pelajaran sains yang pernah saya pelajari dulu. Tapi karena otak saya memang dirancang untuk berpikir bukan untuk mengingat (pelupa), akhirnya daripada saya stress mengingat mending saya langsung riset aja ke mbah google.

Cukup sulit untuk menentukan keyword yang pas untuk menemukan artikel yang membahas masalah tersebut intinya ada kata-kata : gelas, merembes, air dingin, kenapa.

Akhirnya ketemu sebuah artikel

http://www.yohanessurya.com/activities.php?pid=20204&id=185

Ternyata

Udara yang ada di sekeliling gelas mengandung uap air. Ketika gelas diisi es, gelas menjadi dingin. Udara yang bersentuhan dengan gelas dingin ini akan turun suhunya. Uap air yang ada di udara pun ikut mendingin. Jika suhunya sudah cukup dingin, uap air ini akan mengembun membentuk tetes-tetes air di bagian luar gelas. Bagaimana? Anda puas atas jawaban saya?

Begitu kata Yohannes Surya

Begitulah.. cukup memuaskan rasa penasaran saya di pagi itu.

 

We will be happy to hear your thoughts

Kirimkan Pesan