Kebahagiaan Muncul Dari Masalah

Kebahagiaan Muncul Dari Masalah

Masalah merupakan sesuatu yang konstan dan selalu ada dalam kehidupan.
Ketika seseorang berhasil lulus dari SMA dengan memecahkan masalahnya yaitu mengerjakan soal UN. Maka, orang tersebut harus menghadapi masalah lain yaitu harus lulus ujian masuk perguruan tinggi.

Ketika seseorang tidak mempunyai pacar, masalahnya adalah dia harus mencari pacar. Ketika sudah mendapatkan pacar, masalahnya berubah. Dia harus meluangkan waktunya untuk kencan dengan pacarnya setiap minggu.

Dengan memecahkan satu masalah kita akan menciptakan masalah lain. Masalah tidak akan pernah berhenti, masalah hanya berubah atau berpindah. Tapi kabar baiknya adalah, ketika berhasil memecahkan masalah, kebahagiaan akan datang.

Ingat bagaimana senangnya kalian ketika yang dulunya jomblo kemudian bisa berpacaran dengan orang yang kalian inginkan.

Inilah alasan kenapa saya membuat judul artikel ini “Kebahagiaan Muncul Dari Masalah”.

Tapi kita harus tahu, bukan masalah itu sendiri yang menciptakan kebahagiaan. Harus ada kunci untuk menciptakan kebahagiaan dan kuncinya adalah “memecahkan”. Jika kita tidak berusaha memecahkan masalah atau menghindar seolah-olah tidak ada masalah, maka kebahagiaan tidak akan datang.

Untuk menjadi bahagia kita harus mempunyai masalah. Kebahagiaan muncul jika kita merasa enjoy dengan masalah tersebut dan merasa enjoy pula untuk memecahkannya.

Kadang masalah yang dihadapi sangat simple.
Misalnya: Ketika kita lapar dan punya uang. Kita tinggal membeli makanan dan memakan makanan tersebut. Simple

Tapi terkadang masalah terjadi lebih kompleks
Misalnya: Ketika kita lapar tapi tidak mempunyai uang. Yang harus kita lakukan adalah mencari uang terlebih dahulu, kemudian kita akan berpikir bagaimana caranya mencari uang? Oh, iya dengan cara bekerja. Kemudian bagaimana cara mendapatkan pekerjaan? dengan menguasai skill tertentu. Begitu seterusnya sampai kita bisa membeli makanan dan makan agar tidak lapar lagi.

Apapun masalahnya sekompleks apapun, konsepnya tetap sama.
Pecahkan masalah –>> Bahagia
Sayangnya, banyak orang yang “fucked up” ketika menghadapi masalah. Ini terjadi karena 2 alasan.

1. Denial
Mereka adalah orang-orang yang menghindar dari masalah. Dengan menghindari masalah mereka akan merasa tenang dan nyaman. Tetapi sayangnya perasaan itu hanya terjadi dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, perasaan mereka akan selalu diselimuti oleh perasaan insecure, tertekan, dan tidak tenang.

2. Victim Mentality
Beberapa orang ketika mendapatkan masalah, mereka tidak mau bertanggung jawab. Mereka beranggapan masalah yang terjadi bukan salah mereka dan bukan mereka yang harus memecahkannya. Seseorang dengan mentalitas seperti ini akan selalu menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi dalam kehidupannya. Orang-orang dengan mentalitas seperti ini akan selalu diselimuti oleh perasaan kemarahan, ketidakpuasan dan ketidakberdayaan setiap harinya.

Kebahagiaan Muncul Dari Masalah

Beberapa orang memilih untuk menghindar atau menerapkan mentalitas korban ini karena alasan yang sangat simple.

Mudah dan terasa enak bagi mereka.

Sedangkan memecahkan masalah tentu membutuhkan effort yang lebih dan terasa tidak enak bagi mereka.

Kita mempunyai ribuan cara untuk menjadi seorang denial atau seseorang dengan victim mentality. Tapi semakin lama atau semakin banyak kita melakukan hal tersebut, maka semakin kompleks atau semakin menderita kita ketika kita mau tidak mau harus memecahkan masalah tersebut karena faktor eksternal dari luar.

Identifikasi masalahmu, pecahkan sekarang, jangan jadi seorang denial atau seseorang dengan victim mentality.

We will be happy to hear your thoughts

Kirimkan Pesan