Makasih Kitara, Sekarang Aku Bisa Fokus Cari Duit

Kitara.. Kitara mengajarkan saya sesuatu yang sangat berharga. Kitara mengajarkan saya bahwa ada beberapa hal yang harus diperjuangkan dan ada beberapa hal yang sebaiknya tidak usah diperjuangkan..

Hari rabu waktu itu suasana siang hari sangat terik, benar-benar terik sampai cahaya matahari terasa menusuk-nusuk menembus kulit dan tulang.

Melihat cuaca yang sangat terik seperti itu, saya merasa was-was kalau-kalau nanti sore akan turun hujan, begitu sih mitosnya. Mitos atau sains ya? whatever. Pokoknya kalau siangnya terik biasanya sore akan hujan dan bisa menggagalkan acara saya hari itu.

Tapi karena saya orang yang percaya dengan LoA. Saya berusaha sebisa mungkin berusaha keras menghindari kata hujan dan tidak membayangkan sore akan hujan. dan hasilnyaa. Alhamdulillah tidak sampai hujan walaupun di daerah lain saya yakin hujan karena warna awannya berbeda. Saya pun pulang sekitar pukul 17.00 dengan sedikit tergesa-gesa dari kantor karena takut awan hujan itu tertiup angin dan berpindah mengikuti langkah saya berjalan.

Karena acara dimulai jam 18.30 maka saya memilih untuk shalat maghrib terlebih dahulu di masjid PUSDAI. Suasana sangat ramai sekali, hati saya terketuk dan ingat kembali dengan masa-masa kejayaan Islam ketika Masjid masih bisa dipakai tempat main kucing-kucingan, tempat teriak-teriak gak jelas dan tempat bermain bola (seriously its happen in Masjid At-Taufik Tanjungsari).

Sangat bangga sekali melihat kerumunan jamaah yang ternyata di tahun 2018 ini masih sangat antusias untuk melakukan shalat maghrib berjamaah. Saya pun mengambil wudhu dan masuk ke area masjid. dan ternyata sedang ada acara kajian. SHIFT nama acaranya. Kalau gak salah pematerinya ustadz Hadidi.

Waktu itu sempat ada pikiran untuk ikut kajian saja. Tapi karena saya orangnya istiqomah dan kasian ke Adit teman saya yang sudah menunggu di Kitharra Guitar Shop akhirnya saya mengurungkan niat baik saya tersebut. Yaa Allah ampunilah kesalahan Adit.

Hari itu ada acara di Kitharra Guitar Shop yang  intinya adalah pengenalan produk terbaru Kitharra Guitar Shop yaitu Preamp Gitar Akustik. Yang menarik adalah acara itu dibumbui juga dengan live perform dari beberapa selebgram yang jujur saja saya gak tau, gak kenal!

Nah disinilah saya mendapat pelajaran berharga.. Skill gitar sang selebgram ini benar-benar gendeng! Out of my league! Jika dibandingkan dengan skill gitar saya, perbandingannya bagai langit dan kerak bumi.

Badan saya seketika itu langsung lemes-lemes, pusing, hahaha 🙁

Ternyata masih jauh jalan yang harus saya tempuh untuk menjadi sejago cici cici selebgram kitara. Apalagi sejago Steve Vai, John Petrucci dan gitaris-gitaris gendeng lainnya.

Disini saya mulai berpikir..

Saya mungkin bisa saja menyusul skill gitar mereka. Tapi, berapa banyak effort yang harus saya keluarkan? berapa banyak waktu yang harus saya habiskan? Berapa banyak darah yang harus saya tumpahkan untuk mencapai itu semua?

Sepulang dari acara saya mendapat satu poin pelajaran yang sangat berharga dan bisa membuat saya lebih fokus untuk meraih masa depan gemilang whehe.

Music and anything about guitar is not my core. Neither, Civil Engineering. Its just my hobby and my Job

What is my core? Digital Business Model is my core.

how about Civil Engineering will you leave it? Maybe.. But its my job now, still worthed because I got a lot of experience and money to support my business growth. (BTW I’ll make some Civil Engineering Article soon)

So.. What is your core?

(sorry for my poor English, It will get better Aamiin)

We will be happy to hear your thoughts

Kirimkan Pesan