Makna Kehidupan

Hari ini saya akan menceritakan sesuatu yg cukup berat. Lebih berat dari persoalan politik mahasiswa kura2 ataupun persoalan ekonomi mahasiswa kunang2.

Judulnya Kehidupan..
Saya akan menceritakan ini dari sudut pandang saya sendiri.
Waktu masih kecil, pas masih SD saya berpikir kehidupan paling ideal itu adalah kehidupan ketika SD

Main PS, main adu gambar, main kelereng. hal2 tersebut merupakan hal2 paling keren dan paling asyik.
Saya sampai kasian dengan orang2 yg lebih tua karena mereka tidak bisa melakukannya.

Naik ke SMP pola pikir saya berubah, ternyata saat itu saya malah berpikir kehidupan SMP adalah kehidupan paling ideal dengan segala aktivitas2nya.

Begitupun juga ketika di SMA & Kuliah, anggapan kehidupan ideal itu adalah ketika saat itu, ketika terjadi.. present continues tense.

Sekarangpun saya berpikir kehidupan di umur 23 tahun dengan segala aktivitas2nya merupakan kehidupan paling ideal. .
Bukan maksudnya kehidupan saya sempurna.. Tapi simplenya gini..
Saya pengen lebih kaya, lebih sholeh, & lebih berskill tapi umur, selera & social circle tetep di 23.
Saya pengen pake jeans robek2, ngobrol2 nongkrong pake bahasa bebas, manggil temen tanpa embel embel bapak atau ibu, dll tanpa munculnya persepsi buruk di masyarakat.
Karena ketika umur terus bertambah tentunya habit seperti itu akan menimbulkan penilaian berbeda dari luar dan itu jelas bukan kehidupan yg ideal (Saya, 23 Tahun)

Gitu loh.. ngerti kan?
Saya tidak tau apakah nanti ketika saya umur 30 tahun saya akan menganggap kehidupan umur 30 tahun adalah kehidupan paling ideal?? Kemungkinan besar iya.
Karena katanya perubahan pola pikir manusia itu terjadi setiap 5 tahun.

We will be happy to hear your thoughts

Kirimkan Pesan