Mindset Yang Salah Terhadap Uang

Mindset Yang Salah Terhadap Uang

Uang..

Terdapat mindset yang salah mengenai eksistensi uang. Banyak dari kita memiliki pandangan buruk terhadap uang. Hal-hal yang berbau uang dianggap sesuatu yang rendah, kotor, licik, kapitalis dan lain-lain.

Ini merupakan output dari kepercayaan dan pola pikir yang kita dapatkan dari pergaulan, buku, dan televisi di masa lalu.

Tentu kita familiar dengan cerita dalam buku pelajaran ppkn yang menceritakan Budi seorang anak dari keluarga miskin yang dihina oleh Anto seorang anak dari keluarga kaya raya karena setiap harinya budi berjualan gorengan di sekolah

Atau cerita dalam sinetron yang menceritakan seorang pembantu rumah tangga yang setiap hari dimarahi oleh majikannya yang kaya raya.

Semua orang kalau disuruh memilih pasti lebih memilih menjadi kaya daripada menjadi miskin. Tapi anehnya dominasi pikiran bahwa orang kaya yang bergelimang harta itu jahat, uang adalah sesuatu yang kotor, orang yang mengejar uang adalah orang yang rakus masih menjejali pikiran kita saat ini.

Mindset seperti inilah yang bermasalah.

di Indonesia kita tau ada komunitas-komunitas punk jalanan dengan prinsip “anti kemapanan”

Konon katanya jika seseorang dari mereka mapan. Maka kemapanan akan menjadikan nya sebagai budak kehidupan atau menjadi penguasa yang menindas rakyat kecil.

Ujung-ujungnya tidak terbesit sekalipun pada pikiran mereka untuk bekerja menghasilkan uang dan menjadi kaya. Yang mereka lakukan sehari-hari hanya nongkrong menghabiskan waktu tanpa menghasilkan apapun dengan sesama mereka.

Mindset Yang Salah Terhadap Uang

Cek apakah kalian bermental seperti anak punk jalanan Indonesia?

Seberapa penting uang bagi kalian? Apakah benar-benar tidak penting atau itu hanya alasan kalian saja untuk bermalas-malasan?

Kalau ada yang berkata

“Saya suka melakukan ini dan saya rela melakukan ini seumur hidup walaupun tanpa bayaran”

Itu beneran rela?

“Orang kaya itu rakus, saya tidak mau menjadi orang yang rakus”

Yakin tidak mau jadi orang kaya?

“Saya tidak perlu banyak uang, asalkan makan anak istri cukup saya sudah bahagia”

Yakin anak istri puas?

Sekarang coba kita belajar jujur pada diri sendiri apakah kita benar-benar nyaman dengan menjadi “cukup” saja?

Ingat dulu ada Perang Dunia Ke 1? ke 2? Apa yang terjadi jika perang dunia ke 3 pecah?

Akankah kita menjadi seorang yang “cukup” lagi atau jatuh ke kumpulan orang berkekurangan?

Mindset Yang Salah Terhadap Uang

Kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan, Perusahaan sekelas Nokia atau Kodak yang pernah merajai industri elektronik saja bisa jatuh apalagi kita yang merasa “cukup” padahal jauh di lubuk hati kita, kita merasa tidak cukup.

Jangan sampai mental merasa cukup seperti ini menghambat action kita untuk menjadi orang yang lebih baik dan bernilai. Dengan mindset yang lebih baik diiringi dengan action yang tepat akan membuat hidup lebih baik dan bermakna.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

We will be happy to hear your thoughts

Kirimkan Pesan