Pria Berambut Merah

Tadi malem sebelum tidur sempet kepikiran, besok nyeritain apa ya? soalnya sudah 3 hari ini berturut-turut saya fokus nyeritain diri sendiri. Bahaya juga nih klo orang-orang sampai tau seluk beluk dan kepribadian saya sampai daleman dalemannya.
Akhirnya setelah melakukan pertimbangan yang cukup matang, saya memutuskan hari ini saya akan menceritakan kehidupan orang lain. .
Pagi-pagi pas liat mamang-mamang tukang tambal ban, langsung dapet ide cerita. Tapi, kenapa yang kepikiran cuma negatif2nya aja.. Nebar paku lah, mutusin pentil ban lah.. Astagfirullahaladzim..
Akhirnya gak jadi. Lagipula sangat tidak etis menghakimi kehidupan seseorang yang tidak kita kenal.
Pas tengah jalan sempet beli nasi kuning & langsung kepikiran kehidupan ibu-ibu tukang nasi kuning itu. Tapi, apa ya yang mau diceritain? wawasan saya tentang ibu2 nasi kuning sangat terbatas, gimana nggak, ketemu aja baru sekali + belum pernah PDKT. Sebenernya ada sih niatan buat PDKT, tapi ntar kesiangan masuk kantor. Akhirnya dengan berat hati saya urungkan niat baik tersebut. .

Pas masuk kantor masih belum dapet ide. Tapi tiba2 seorang pria dewasa berambut merah datang.
Akhirnya dengan mantap saya memutuskan untuk menceritakan kehidupan pria berambut merah tersebut.

BTW cerita tentang pria berambut merah ini tidak akan saya ceritakan hari ini. Story draftnya sebenarnya sudah ada namun berhubung belum sempat diperiksa editor dimana editornya adalah saya sendiri maka dengan sangat menyesal dan berat hati saya tidak bisa menerbitkan tulisan tentang pria berambut merah hari ini. Ya mungkin besok akan terbit atau lusa atau mungkin tidak sama sekali.
Thanks. See You.

We will be happy to hear your thoughts

Kirimkan Pesan