Review Buku 48 Hukum Kekuasaan

Review Buku 48 Hukum Kekuasaan

Buku setebal 657 halaman dengan cover merah mencolok ini cukup membuat saya sedikit malu membacanya di ruangan terbuka. Apalagi saat itu saya membaca buku ini di sebuah foodcourt Mall di Jatinangor ketika menunggu seseorang di sana. Rasanya seperti seorang Biksu yang sedang membaca kitab sucinya. Entah kenapa dia bisa berada di Mall. (I’m not racist actually).

Tapi saya tidak akan mereview cover buku ini, yang akan saya review adalah isi buku ini..Buku ini disajikan dalam konsep cerita. Cukup easy reading karena tidak seperti buku-buku psikologi lain yang menyajikannya dengan konsep monolog yang untuk beberapa orang akan sangat membosankan.

Isi dari buku ini cukup menyentak dan beberapa orang pasti akan menolak beberapa pandangan yang ada di buku ini termasuk saya sendiri. Ada beberapa konsep yang prakteknya bertolak belakang dengan pandangan saya karena dirasa terlalu mengedepankan “I Win You Lose” secara brutal. Terlepas dari semua itu buku ini cukup powerful. 48 HUKUM KEKUASAAN ini kalau dipraktekkan bisa membuat kalian benar-benar berkuasa.

Langsung saja berikut ini poin poin yang ada di buku ini. Tapi ingat jangan telan mentah-mentah. Ambillah yang menurut kalian patut.

HUKUM 1

JANGAN PERNAH TERLIHAT LEBIH BAIK DARI ATASAN ANDA

Senantiasalah buat atasan Anda merasa superior. Walaupun Anda ingin menyenangkan hati mereka atau membuat mereka merasa terkesan, jangan terlalu berlebihan dalam menunjukkan bakat-bakat Anda, jika tidak Anda hanya akan berhasil memancing reaksi sebaliknya—memancing perasaan takut dan perasaan tidak aman mereka. Buatlah atasan Anda tampak lebih brilian daripada sesungguhnya, maka Anda akan memperoleh kekuasaan terbesar

Ketika malam dimulai, Fouquet berada di puncak dunia. Pada saat malam berakhir, ia berada di dasar dunia. VOLTAIRE, 1694-1778

Imej: Bintang-bintang di langit. Hanya boleh ada satu matahari saja pada suatu periode waktu. Jangan pernah halangi sinar matahari atau menandingi kecemerlangannya; sebaliknya, memudarlah di langit dan temukan beragam cara untuk meningkatkan kecemerlangan sinar bintang atasan anda.

HUKUM 2

JANGAN PERNAH TERLALU MEMPERCAYAI TEMAN, TETAPI PELAJARILAH CARA MEMANFAATKAN MUSUH

Waspadalah terhadap teman-teman Anda—mereka bisa lebih cepat mengkhianati Anda, karena mereka mudah merasa iri. Mereka juga sering menjadi manja dan lalim. Tetapi pekerjakanlah seorang mantan musuh Anda, maka ia akan lebih setia daripada teman Anda, karena ia memiliki lebih banyak alasan untuk membuktikan dirinya. Sesungguhnya, ada lebih banyak hal yang harus Anda takuti dari teman Anda daripada musuh Anda. Jika Anda tidak punya musuh, carilah cara untuk menciptakan musuh.

Jika anda ingin memiliki seorang musuh yang baik, pilihlah seorang teman: Dia tahu di mana dia harus menyerang anda. DIANE DE POIIERS, 1499-1566, KEKASIH GELAP HENRI II DARI PRANCIS

Setiap kali aku menganugerahkan suatu jabatan kepada seseorang, aku menyebabkan  seratus orang tidak puas dan membuat seseorang tidak tahu berterima kasih.

LOUIS XIV, 1638-1715

HUKUM 3

SEMBUNYIKAN NIAT ANDA

Jagalah agar orang lain tetap kaget dan tidak tahu apa-apa dengan tidak pernah mengutarakan tujuan di balik tindakan Anda. Jika mereka tidak tahu apa yang sedang Anda rencanakan, mereka tak bisa mempersiapkan pembelaan diri. Bimbinglah mereka cukup jauh di jalan yang salah, lingkupi mereka dengan kebimbangan yang cukup pekat, maka pada saat mereka menyadari niat Anda, segalanya pasti sudah terlambat.

HUKUM 4

SENANTIASALAH BICARA LEBIH SEDIKIT DARIPADA YANG DIPERLUKAN

Ketika Anda mencoba membuat orang lain terkesan dengan kata-kata Anda, semakin banyak kata-kata yang Anda ucapkan, maka Anda tampak semakin biasa-biasa saja dan semakin kurang terkendali. Bahkan jika Anda mengucapkan sesuatu yang dangkal, ucapan itu pasti tampak orisinil jika Anda mengucapkannya dengan samar-samar, tanpa akhir yang jelas, dan jelimet. Orang-orang yang berkuasa membuat orang lain terkesan dan mengintimidasi mereka dengan lebih jarang bicara. Semakin banyak kata-kata yang Anda ucapkan, semakin besar kemungkinan bagi Anda untuk mengucapkan sesuatu yang konyol.

HUKUM 5

BEGITU BANYAK HAL TERGANTUNG DARI REPUTASI—JAGALAH REPUTASI ANDA DENGAN NYAWA ANDA

Reputasi adalah landasan kekuasaan. Melalui reputasi belaka Anda bisa mengintimidasi dan menang; namun demikian, sekali reputasi itu hilang, Anda menjadi rapuh dan pasti diserang dari segala sisi. Ciptakanlah reputasi yang tak bisa diserang. Senantiasalah bersikap waspada terhadap potensi serangan dan gagalkan mereka sebelum mereka muncul. Sementara itu, belajarlah untuk menghancurkan musuh Anda dengan menguak lubang-lubang reputasi mereka sendiri. Setelah itu menyingkirlah dan biarkan orang banyak menilai mereka.

HUKUM 6 CARILAH PERHATIAN BERAPA PUN HARGA YANG HARUS DIBAYAR

Segalanya dinilai berdasarkan penampilannya, apa yang tak terlihat tidak berarti sama sekali. Jangan penah biarkan diri Anda tersesat di tengah gerombolan massa atau terlupakan. Jadilah manusia yang menonjol, jadilah seseorang yang menarik perhatian  berapa pun harga yang harus Anda bayar. Jadikan diri Anda magnet dengan tampak lebih besar, lebih berwarna-warni, dan lebih misterius daripada gerombolan massa yang membosankan dan pemalu.

HUKUM 7

MINTALAH ORANG LAIN BEKERJA KERAS BAGI ANDA, TETAPI SENANTIASALAH TERIMA PUJIAN ATAS KERJA KERAS MEREKA

Pergunakan kebijaksanaan, pengetahuan, dan riset orang lain untuk memajukan tujuan Anda sendiri. Bantuan semacam itu bukan hanya menghemat waktu dan energi Anda yang berharga, tetapi juga akan memberi Anda aura efisiensi dan kegesitan yang luar biasa. Pada akhirnya, para penolong Anda akan terlupakan dan Anda akan diingat. Jangan pernah lakukan sendiri apa yang bisa dilakukan orang lain untuk Anda.

HUKUM 8

USAHAKAN AGAR ORANG LAIN MENDATANGI ANDA—PERGUNAKAN UMPAN BILA PERLU

Ketika Anda memaksa orang lain bertindak, Andalah yang memegang kendali. Selalu lebih baik jika Anda menyuruh lawan Anda menghadang Anda sehingga dalam proses tersebut ia menelantarkan rencananya sendiri. Bujuk dia dengan keuntungan yang menakjubkan— kemudian serang dia. Andalah yang memegang kartunya.

HUKUM 9

RAIHLAH KEMENANGAN LEWAT TINDAKAN ANDA, JANGAN PERNAH MENANG LEWAT PERDEBATAN

Kemenangan sesaat apa pun yang telah Anda peroleh lewat jalan perdebatan sesungguhnya merupakan kemenangan yang terlalu banyak memakan korban; kebencian dan niat buruk yang Anda bangkitkan lebih kuat dan lebih bertahan lama daripada perubahan pendapat sesaat apa pun. Jauh lebih baik bagi Anda untuk mempengaruhi orang lain untuk sepakat dengan Anda lewat tindakan Anda tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Demonstrasikan tindakan Anda dan jangan pengaruhi orang lain dengan memaparkan pendapat Anda.

HUKUM 10

INFEKSI: HINDARILAH ORANG-ORANG YANG TIDAK BAHAGIA DAN SIAL

Anda bisa mati akibat kesengsaraan orang lain—kondisi emosional bersifat menular, sama seperti penyakit. Anda mungkin merasa menolong orang yang sedang tenggelam, tetapi Anda hanya mempercepat bencana Anda sendiri. Orang yang sial kadang menarik kesialan bagi diri mereka sendiri; mereka juga akan menarik kesialan kepada Anda. Bergaullah dengan orang-orang yang bahagia dan berntung.

HUKUM 11

USAHAKAN AGAR ORANG LAIN TETAP TERGANTUNG KEPADA ANDA

Untuk mempertahankan kebebasan Anda, Anda harus selalu dibutuhkan dan diinginkan. Semakin sering Anda dijadikan sAndaran, semakin besar kebebasan yang Anda miliki. Usahakan agar orang lain tergantung kepada Anda untuk merasa bahagia dan mencapai kemakmuran, maka Anda tidak perlu takut apa-apa. Jangan pernah ajari mereka cukup banyak pengetahuan supaya mereka bisa hidup tanpa Anda.

HUKUM 12

PERGUNAKAN KEJUJURAN DAN KEMURAHAN HATI SELEKTIF UNTUK MEMPERDAYA KORBAN ANDA

Satu tindakan tulus dan jujur akan menutupi lusinan tindakan tidak jujur. Bertindak jujur dan murah hati dengan hati terbuka pasti bisa meruntuhkan bahkan benteng orang-orang yang paling mudah curiga sekalipun. Setelah kejujuran selektif Anda membuka lubang pada baju zirah mereka, Anda bisa menipu dan memanipulasi mereka sesuka Anda. Sebuah hadiah yang diberikan tepat waktu —seekor kuda Troya—akan bermanfaat juga bagi Anda.

HUKUM 13

SAAT MEMINTA BANTUAN, PANCINGLAH KEPENTINGAN ORANG LAIN, JANGAN PERNAH PANCING BELAS KASIHAN ATAU RASA SYUKUR MEREKA

Jika Anda perlu meminta bantuan dari seorang sekutu, jangan repot-repot mengingatkannya tentang bantuan dan perbuatan baik Anda di masa lalu. Dia pasti menemukan cara untuk mengabaikan Anda. Sebaliknya, bongkar sesuatu dalam permintaan Anda atau dalam persekutuan Anda dengannya yang bisa memberinya keuntungan, dan tekankan keuntungan itu secara berlebihan. Dia pasti merespons dengan antusias saat menyadari keuntungan yang bisa dia peroleh.

HUKUM 14

BERPERANLAH SEBAGAI SEORANG TEMAN, BEKERJALAH SEBAGAI SEORANG MATA-MATA

Mengenal rival Anda sangatlah penting. Pergunakan mata-mata untuk mengumpulkan informasi berharga yang akan menjaga Anda tetap selangkah lebih maju. Akan jauh lebih baik jika Anda bisa berperan sebagai mata-mata itu sendiri. Dalam pertemuan sosial yang formal, belajarlah menggali informasi. Ajukan pertanyaan-pertanyaan tidak langsung untuk membuat orang lain mengungkapkan kelemahan dan niat mereka. Tidak ada kesempatan yang bukan merupakan peluang untuk memata-matai dengan licin.

HUKUM 15

HANCURKAN MUSUH ANDA SECARA TOTAL

Semua pemimpin yang baik sejak zaman Musa tahu bahwa seorang musuh yang ditakuti harus dihancurkan secara total. (Kadang mereka mempelajarinya lewat pengalaman pahit mereka). Jika ada satu bara api yang dibiarkan menyala, betapa pun suram ia, pada akhirnya nanti kebakaran pasti terjadi. Ada lebih banyak hal yang hilang jika Anda berhenti di tengah jalan daripada jika Anda menghancurkan musuh secara total; musuh akan memulihkan diri dan berusaha balas dendam. Hancurkan dia, bukan hanya tubuh jasmaninya, melainkan juga semangatnya.

HUKUM 16

PERGUNAKAN KETIDAKHADIRAN ANDA UNTUK MENINGKATKAN RESPEK DAN PENGHORMATAN

Sesuatu yang terlalu sering beredar pasti turun hargana; semakian sering Anda terlihat dan terdengar, maka Anda pasti tampak semakin biasa-biasa saja. Jika Anda sudah memiliki posisi yang jelas dalam suatu kelompok, menarik diri untuk sementara waktu dari kelmpok itu akan membuat Anda lebih sering dibicarakan dan bahkan lebih dikagumi. Anda harus tahu kapan Anda harus pergi. Ciptakan nilai Anda lewat kelangkaan.

HUKUM 17

USAHAKAN AGAR ORANG LAIN SELALU MERASAKAN TEROR, KEMBANGKAN AURA TAK BISA DITEBAK

Manusia adalah makhluk yang dibentuk dari kebiasaan yang memiliki kebutuhan yang tidak pernah terpuaskan untuk melihat kebiasaan dalam tindakan orang lain. Sifat Anda yang bisa ditebak memberi memberi mereka kendali. Balikkan situasi tersebut; tunjukkan sifat tak bisa ditebak dengan sengaja. Tindak tanduk yang sepertinya tidak konsisten atau tidak bertujuan akan membuat mereka tetap bingung, dan mereka akan merasa letih saat mencoba menjelaskan tindakan Anda. Jika dilakukan secara ekstrem, strategi ini bisa mengintimidasi dan meneror orang lain.

HUKUM 18

JANGAN BANGUN BENTENG UNTUK MELINDUNGI DIRI SENDIRI ISOLASI ADALAH SESUATU YANG BERBAHAYA

Dunia ini berbahaya dan ada musuh dimana-mana—semua orang harus melindungi diri mereka sendiri. Suatu benteng sepertinya merupakan tempat tempat teraman. Tetapi isolasi membat Anda terekspos lebih banyak kepada bahaya—benteng itu menghalangi Anda dari informasi yang berharga, benteng itu membuat Anda tampak mencolok dan menjadi sasaran empuk. Lebih baik Anda beredar di antara banyak orang, menemukan banyak sekutu, dan berbaur. Anda terlindungi dari musuh oleh gerombolan massa.

HUKUM 19

KETAHUILAN SIAPA YANG ANDA HADAPI— JANGAN SINGGUNG PERASAAN ORANG YANG SALAH

Ada banya jenis orang yang berbeda di dunia ini, dan Anda tak boleh menduga bahwa semua orang akan bereaksi sama terhadap strategi Anda. Jika Anda menipu atau mengakali sebagaian orang, maka mereka akan menghabiskan sisa hidup mereka dengan membalas dendam. Mereka adalah serigala berulu domba. Pilihlah korban dan musuh Anda dengan hati-hati— jangan pernah menyinggung perasaan atau menipu orang yang salah.

HUKUM 20

JANGAN BERKOMITMEN KEPADA SIAPA PUN

Orang yang selalu terburu-buru memihak adalah orang bodoh. Jangan berkomitmen kepada pihak mana pun atau tujuan apa pun kecuali diri Anda sendiri. Dengan mempertahankan kebebasan Anda, Anda menjadi tuan atas orang lain— mengadu-domba orang lain dan membuat mereka mengejar Anda.

HUKUM 21

BERPURA-PURALAH MENJADI ORANG TOLOL UNTUK MENANGKAP SESEORANG YANG TOLOL- BERILAH KESAN BAHWA ANDA LEBIH BODOH DARIPADA SASARAN ANDA

Tidak ada seorang pun yang senang merasa lebih bodoh daripada orang lain. Karena itu, triknya adalah membuat korban Anda merasa pintar—dan bukan hanya pintar, tetapi lebih pintar dari Anda. Setelah mereka yakin akan hal ini, mereka tidak akan pernah curiga bahwa Anda mungkin memiliki motif tersembunyi.

HUKUM 22

MANFAATKAN TAKTIK MENYERAH: UBAH KELEMAHAN MENJADI KEKUASAAN

Saat Anda lebih lemah, jangan pernah berjuang demi kehormatan; sebaliknya lebih baik Anda menyerah. Menyerah memberi Anda waktu untuk memulihkan diri, waktu untuk menyiksa dan mengesalkan penakluk Anda, waktu untuk menunggu kekuasaannya berkurang. Jangan beri mereka kepuasan dengan berperang dan mengalahkan Anda—menyerahlah terlebih dulu. Dengan memberikan pipi yang lain, Anda membuatnya berang dan gelisah. Jadikan penyerahan diri Anda sebagai sarana kekuasaan.

HUKUM 23

HIMPUN KEKUATAN ANDA

Hemat kekuatan dan energi Anda dengan menjaganya agar tetap terhimpun pada titik terkuat. Anda memperoleh lebih banyak keuntungan dengan menemukan sebuah tambang yang kaya dan menggalinya lebih dalam daripada berpindah-pindah dari satu tambang yang dangkal ke tambang dangkal lainnya—kualitas selalu mengalahkan kuantitas. Saat mencari sumber-sumber kekuasaan untuk meninggikan Anda, temukanlah satu-satunya pendukung utama, sapi gemuk yang akan memberi Anda susu untuk jangka waktu lama.

HUKUM 24

BERPERANLAH SEBAGAI SEORANG PENGHUNI ISTANA YANG SEMPURNA

Seorang penghuni istana yang sempurna bertumbuh subur di dunia di mana segalanya berkisar seputar kekuasaan dan keterampilan politik. Ia telah mengasai seni berbicara secara implisit; ia menyanjung, menyerah kepada sauperior, dan memaksakan kekuasaan kepada orang lain dengan cara yang paling implisit dan anggun. Pelajarilah dan terapkan hukum-hukum seni menyanjung, maka tidak akan ada batasan yang bisa Anda capai untuk naik jabatan.

HUKUM 25

CIPTAKAN KEMBALI DIRI ANDA SENDIRI

Jangan terima peran-peran yang telah diberikan masyarakat kepada Anda. Ciptakan diri Anda sendiri dengan memalsukan identitas baru, identitas yang menuntut perhatian dan tidak pernah membuat orang lain bosan. Jadilah master imej Anda sendiri alih-alih membiarkan orang lain menentukannya bagi Anda. Lakukan gerakl-gerik dan tindakan dramatis, maka kekuasaan Anda akan bertambah dan karakter Anda pasti terlihat lebih hebat daripada sesungguhnya.

HUKUM 26

JAGALAH AGAR KEDUA TANGAN ANDA TETAP BERSIH

Anda harus terlihat seperti  suri teladan kesopanan dan efisiensi: kedua tangan Anda tidak pernah dikotori oleh kesalahan dan perbuatan buruk. Pertahankan penampilan tak tercela seperti itu dengan memanfaatkan orang lain sebagai kambing hitam dan memperalat mereka untuk menutupi keterlibatan Anda.

HUKUM 27

PERMAINKAN KEBUTUHAN ORANG LAIN UNTUK MEMPERCAYAI SESUATU UNTUK MENCIPTAKAN PENGIKUT SETIA

Manusia memiliki keinginan yang sangat besar untuk mempercayai sesuatu. Jadilah fokus keinginan semacam itu dengan menawarkan mereka tujuan dan iman baru untuk diikuti. Usahakan agar kata-kata Anda tetap samar, tetapi sarat janji; tekankan antusiasme alih-alih akal sehat dan cara berpikir yang jernih. Berikan ritual untk dilakukan oleh para pengikut baru Anda dan mintalah mereka melakukan pengorbanan demi Anda. Tanpa adanya agama yang terorganisir dan tujuan yang besar, sistem kepercayaan baru Anda akan memberi Anda kekuasaan yang tak terhingga.

HUKUM 28

BERTINDAKLAH DENGAN BERANI

Jika Anda tidak yakin akan jalur suatu tindakan, jangan berusaha melakukannya. Keraguan Anda akan mempengaruhi tindakan Anda. Sifat penakut amatlah berbahaya: lebih baik terjun dalam suatu rencana dengan berani. Kesalahan apa pun yang Anda lakukan dengan berani bisa diralat dengan mudah dengan keberanian yang lebih besar. Semua orang mengagumi orang-orang yang berani; tidak ada seorang pun yang menghormati orang yang penakut.

HUKUM 29

BUATLAH RENCANA HINGGA TUNTAS

Akhir segala sesuatu amatlah penting. Buatlah rencana hingga tuntas dengan mempertimbangkan segala kemungkinan, konsekuensi, rintangan, dan lika-liku keberuntungan yang mungkin memutarbalikkan keadaan sehingga malah orang lain yang dipuji atas kerja keras Anda. Dengan membuat rencana hingga tuntas, Andaa tidak akan merasa kewalahan menghadapi situasi apa pun dan Anda pasti tahu kapan Anda harus berhenti. Bimbinglah keberuntungan dengan lembut dan bantulah tentukan masa depan Anda dengan berpikir jauh ke depan.

HUKUM 30

BERILAH KESAN BAHWA PRESTASI ANDA TAMPAKNYA MUDAH SEKALI DICAPAI

Tindakan Anda harus tampak alami dan dilakukan dengan mudah. Segenap kerja keras dan latihan yang Anda kerahkan, dan juga seuat trik lihai Anda, harus disembunyikan. Saat Anda bertindak, tunjukkan kesan seolah tindakan itu mudah, seolah Anda bisa melakukan jauh libih banyak tindakan lain. Hindarilah godaan untuk mengungkapkan betapa keras usaha Anda – tindakan itu hanya memancing banyak pertanyaan. Jangan ajarkan trik Anda kepada siapa pun, kalau tidak trik-trik itu akan dimanfaatkan untuk melawan Anda

HUKUM 31

KENDALIKAN PILIHAN-PILIHAN ANDA: SURUHLAH ORANG LAIN BERMAIN DENGAN KARTU YANG ANDA BAGIKAN

Tipuan terbaik adalah tipuan yang sepertinya memberi pilihan kepada orang lain: para korban Anda merasa bahwa mereka memegang kendali, tetapi sesungguhnya mereka adalah boneka Anda. Beri pilihan kepada orang lain yang akan menguntungkan Anda apa pun yang mereka pilih. Paksa mereka menetapkan pilihan yang lebih baik dari dua pilihan yang kurang baik, padahal kedua pilihan itu menguntungkan Anda. Berilah mereka buah simalakama: Mereka akan rugi apa pun pilihan yang mereka ambil.

HUKUM 32

BERMAINLAH SESUAI DENGAN FANTASI ORANG LAIN

Kebenaran seringkali dihindari karena kebenaran bersifat buruk dan tidak menyenangkan. Jangan pernah cari kebenaran dan realita kecuali Anda siap menghadapi amarah yang berasal dari kekecewaan. Kehidupan ini amat keras dan menyusahkan sehingga orang-orang yang bisa menciptakan asmara atau fantasi ibarat oase di tengah gurun; semua orang pasti berbondong-bondong mengikuti mereka. Ada kekuatan yang besar jika Anda menyadap fantasi massa.

HUKUM 33

KETAHUILAH KELEMAHAN SETIAP ORANG

Semua orang memiliki kelemahan, sebuah celah di dinding puri. Kelemahan itu biasanya perasaan tidak aman, emosi atau kebutuhan yang tak terkendali; kebutuhan itu juga bisa berupa suatu kesenangan rahasia yang kecil. Bagaimana juga, setelah ditemukan kelemahan itu adalah sesuatu yang bisa Anda manfaatkan demi keuntungan Anda.

HUKUM 34

JADILAH SEORANG BANGSAWAN DENGAN CARA ANDA SENDIRI BERSIKAPLAH BAK SEORANG RAJA AGAR DIPERLAKUKAN SEPERTI SEORANG RAJA

Cara Anda membawa diri seringkali menentukan bagaimana Anda diperlakukan: sesungguhnya, tampak vulgar atau biasa-biasa saja akan membuat orang lain tidak menghormati Anda, karena seorang raja menghormati dirinya sendiri dan mengilhami perasaan yang sama dalam diri orang lain. Dengan bersikap agung dan percaya pada kekuasaan Anda, Anda membuat diri Anda tampak ditakdirkan berkuasa.

HUKUM 35

KUASAILAH SENI MEMILIH WAKTU YANG TEPAT

Jangan pernah terlihat seolah Anda sedang terburu-buru –ketergesaan mengungkapkan kurangnya kendali terhadap diri Anda sendiri dan terhadap waktu. Senantiasalah tampak sabar, seolah Anda tahu bahwa pada akhirnya segalanya akan Anda miliki. Jadilah seorang detektif pada saat yang tepat; ketahuilah jiwa zaman itu, trend-trend yang membawa Anda menuju tampuk kekuasaan. Belajarlah mundur jika saatnya belum tepat dan belajarlah menyerang dengan ganas jika saatnya sudah tepat.

HUKUM 36

SEPELEKAN HAL-HAL TAK BISA ANDA MILIKI: MENGABAIKAN MEREKA ADALAH PEMBALASAN DENDAM TERBAIK

Dengan mengakui bahwa suatu masalah itu sepele, Anda memberinya eksistensi dan kredibilitas. Semakin besar perhatian yang Anda berikan kepada seorang musuh, Anda membuatnya tampak semakin kuat; dan satu kesalahan kecil seringkali terlihat semakin buruk dan semakin mencolok saat Anda mencoba memperbaikinya. Kadang jalan terbaik bagi Anda adalah dengan mengabaikan segalanya. Jika ada sesuatu yang Anda inginkan namun tak bisa Anda miliki, tunjukkanlah perasaan jijik terhadapnya. Semakin sedikit minat yang Anda tunjukkan, maka Anda akan tampak semakin superior.

HUKUM 37

CIPTAKAN TONTONAN YANG MEMIKAT

Gambaran yang mencolok dan gerak-gerik simbolis yang hebat menciptkan aura kekuasaan—semua orang pasti meresponsnya. Karena itu gelarlah pertunjukkan bagi orang-orang di sekeliling Anda yang sarat visualisasi yang menarik dan simbol-simbol mencolok yang menegaskan keberadaan Anda. Saat mereka terpesona oleh tontonan Anda, tidak ada seorang pun yang akan menyadari apa yang sesungguhnya sedang Anda lakukan.

HUKUM 38

BERPIKIRLAH SESUKA ANDA, TETAPI BERSIKAPLAH SEPERTI ORANG LAIN

Jika Anda sengaja menunjukkan pendapat Anda yang bertentangan dengan zaman, memaparkan gagasan Anda yang tidak konvensional dan cara Anda yang tidak ortodoks, orang lain pasti berpikir bahwa Anda hanya menginginkan perhatian dan bahwa Anda meremehkan mereka. Mereka akan menemukan cara untuk menghukum Anda karena Anda telah membuat mereka merasa inferior. Jauh lebih aman bagi Anda untuk berbaur dan memelihara hubungan dengan orang biasa. Bagikan ide-ide orisinil kalian hanya kepada teman-teman yang toleran dan orang-orang yang pasti menghargai keunikan Anda.

HUKUM 39

ADUK-ADUK AIR UNTUK MENANGKAP IKAN

Amarah dan emosi memang kontra-produktif. Anda harus selalu tetap tenang dan objektif. Tetapi jika Anda bisa membuat musuh-musuh Anda marah sementara Anda sendiri tetap tenang. Anda bisa memperoleh keuntungan yang pasti. Buatlah musuh Anda terkejut: Temukan celah dalam kesombongan mereka yang bisa Anda pergunakan untuk membuat kereka bingung dan untuk mengendalikan mereka.

HUKUM 40

BENCILAH SEGALA HAL YANG DIPEROLEH DENGAN CUMA-CUMA

Sesuatu yang ditawarkan secara Cuma-Cuma itu berbahaya –biasanya hal itu melibatkan entah suatu trik atau kewajiban tersembunyi. Sesuatu yang bernilai patut dibayar. Dengan membayar, Anda menghindari ucapan syukur, rasa bersalah, dan tipuan. Seringkali juga bijak jika Anda membayar harga total barang itu –keunggulan tidak bisa diperoleh dengan penghormatan. Bersikaplah royal dengan uang Anda dan jagalah agar uang Anda tetap tersebar, karena kemurahan hati adalah pertAnda dan magnet kekuasaan.

HUKUM 41

HINDARILAH MENGAMBIL ALIH POSISI SESEORANG YANG HEBAT

Apa yang pertama trjadi selalu tampak lebih baik dan lebih orisinil daripada yang muncul setelah itu. Jika Anda menggantikan seseorang yang hebat atau memiliki orangta yang terkenal, Anda harus mencapai prestasi dua kali lipat dari prestasi mereka agar Anda bisa dianggap lebih baik dari mereka. Jangat tersesat akibat bayang-bayang mereka atau terjebak di masa lalu yang tidak Anda ciptakan sendiri: ciptakan ketenaran dan identitas Anda sendiri dengan mengubah jalur sejarah. Bantai sosok aya yang suka memaksa, hina warisannya, dan raihlah kekuasaan dengan bersinar dengan cara Anda sendiri.

HUKUM 42

SERANG SI GEMBALA, MAKA DOMBA-DOMBANYA PASTI BERHAMBURAN

Masalah seringkali bisa dilacak dan disebabkan oleh satu individu tunggal yang kuat –si pengacau, si bawahan yang arogan, si peracun niat baik, jika Anda membiarkan  orang-orang semacam itu beroperasi, orang lain pasti menyerah kepada pengaruh mereka. Jangan menunggu masalah yang mereka timbulkan menjadi berlipat-gAnda dan jangan coba bernogosiasi dengan mereka –mereka tak bisa diperbaiki. Netralisir pengaruh mereka dengan mengisolasi atau menyingkirkan mereka. Seranglah sumber masalah itu maka domba-dombanya pasti berhamburan.

HUKUM 43

KENALILAH HATI DAN PIKIRAN ORANG LAIN

Paksaaan menciptakan reaksi yang akhirnya pasti merugikan Anda. Anda harus membujuk orang lain agar mau bergerak sesuai arah yang Anda inginkan. Seseorang yang telah Anda bujuk akan menjadi bidak setia Anda. Dan cara untuk membujuk orang lain adalah dengan mengetahui kondisi kejiwaan dan kelemahan setiap individu itu. Lunakkan perlawanan mereka dengan memancing emosi mereka, memanfaatkan sesuatu yang mereka anggap berharga dan perasaan takut mereka. Abaikan hati dan pikiran orang lain, maka mreka akan membenci Anda.

HUKUM 44

PERDAYA DAN PANCING AMARAH ORANG LAIN DENGAN EFEK CERMIN

Cermin melambangkan realita, tetapi juga merupakan alat yang sempurna untuk meipu. Saat Anda mencerminkan musuh-musuh Anda dengan melakukan tindakan yang persis sama seperti yang mereka lakukan, mereka tak bisa mengetahui strategi Anda. Efek cermin mencemooh dan mempermalukan mereka, membuat mereka bereaksi berlebihan. Dengan mencerminkan kondisi kejiwaan mereka, Anda membujuk mereka denga ilusi bahwa Anda memegang nilai-nilai mereka; jangan mencerminkan tindakan mereka, Anda memberi mereka pelajaran. Hanya sedikit orang yang bisa melawan kekuatan efek cermin.

HUKUM 45

SAMPAIKAN CERAMAH TENTANG KEBUTUHAN UNTUK BERUBAH, TETAPI JANGAN PERNAH LAKUKAN REFORMASI DALAM TERLALU BANYAK BIDANG KEHIDUPAN DALAM WAKTU SINGKAT

Semua orang memahami kebutuhan untuk berubah secara abstrak, tetapi hanya orang-orang biasa yang merupakan makhluk yang diciptakan oleh kebiasaan. Terlalu banyak inovasi bersifat traumatis dan pasti mengakibatkan revolusi. Jika Anda baru memegang tampuk kekuasaan atau Anda adalah orang asing yang sedang mencoba membangun basis kekuasaan, tunjukkanlah penghormatan terhadap cara-cara lama untuk melakukan banyak hal. Jika perubahan perlu dilakukan, berilah kesan seolah perubahan itu merasa seperti perbaikan yang halus terhadap masa lalu.

HUKUM 46

JANGAN PERNAH TERLIHAT TERLALU SEMPURNA

Terlihat lebih baik dari orang lain selalu berbahaya, tetapi yang paling berbahaya adalah tampak tidak memiliki kesalahan atau kelemahan. Iri hati menciptakan musuh-musuh bisu. Menunjukkan kelemahan sesekali dan mengakui berbagai kesalahan yang tidak berbahaya merupakan tindakan yang pintar agar Anda bisa menghindari iri hati dan tampak lebih manusiawi dan lebih mudah didekati. Hanya dewa dan orang mati yang bisa terlihat sempurna tanpa menanggung konsekuensi apa-pun.

HUKUM 47

JANGAN MELEBIHI SASARAN YANG TELAH ANDA TENTUKAN; DALAM HAL KEMENANGAN, BELAJARLAH UNTUK TAHU KAPAN ANDA HARUS BERHENTI

Momen kemenangan seringkali menjadi momen bahaya terbesar. Di tengah tekanan kemenangan, keangkuhan dan kepercayaan diri yang terlalu tinggi bisa mendorong Anda melewati tujuan yang telah Anda terapkan, dan dengan bertindak terlalu jauh, Anda bisa menciptakan lebih banyak musuh daripada musuh yang Anda kalahkan. Jangan biarkan kesuksesan Anda membuat Anda angkuh. Tidak ada yang bisa menggantikan strategi yang baik dan rencana yang dibuat dengan hati-hati. Tetapkanlah satu tujuan, dan setelah Anda mencapainya, lalu berhentilah.

HUKUM 48

JADILAH SEPERTI UAP YANG BERBENTUK

dengan memiliki bentuk atau rencana yang nyata, Anda rentan terhadap serangan. Alih-alih menunjukkan rencana yang bisa difahami musuh Anda, usahakan agar diri Anda tetap beradaptasi dan bergerak. Terimalah fakta bahwa Anda tidak ada apa pun yang pasti dan tidak ada hukum yang pasti. Cara terbaik untuk melindungi diri Anda sendiri adalah menjadi fleksibel dan tidak berbentuk seperti air; jangan pernah Andalkan stabilitas atau keteraturan kekal. Segalanya pasti berubah.

 

We will be happy to hear your thoughts

Kirimkan Pesan