The Little Things That Matter In Life

Benda ini penampakannya kecil, tipis, kadang kusut, dan warnanya bisa berubah-ubah. Itulah karcis parkir POLBAN.
.
Barangsiapa dengan sengaja memasukkan kendaraan roda duanya ke area parkir POLBAN mka yg bersangkutan wajib menjaga dan merawat karcis parkir POLBAN dengan segala hukum sosial yg mengikat pada benda tersebut.
.
Bagi saya ini adalah sebuah problem, seringkali saya kehilangan karcis parkir. Jangan pernah sekalipun ngejudge saya sebagai orang yang pelupa. Ini karena orang tua saya tidak pernah mendidik saya untuk menjaga karcis parkir, kalau menjaga pergaulan sih tiap hari diajarin.
.
Kejadian-kejadian yg biasa terjadi diantaranya:

  1. karcis ketinggalan di atas jok motor,
  2. karcis reflek kebuang di jalan
  3. karcis ketinggalan di meja pas ngobrol,
  4. karcis gak ketemu padahal dsimpen di tas,
  5. karcis dicuri. Wallahu a’lam

Ada aksi ada reaksi, Klo di Mall2 jlas. Ketika karcis hilang sanksi ekonomi bekerja. Tapi itu tidak terjadi di POLBAN. Ketika karcis hilang sanksi social lah yg bekerja. Bentuknya macam-macam bisa cuman sekedar dinasehatin, diceramahin panjang, atau kalau satpam lagi jail bisa sampai disuruh nyanyi.

Saya pribadi sebenernya gak msalah dengan sanksi-sanksi tersebut di atas. Yg jadi masalah adalah kalau misalnya keseringan ilang terus si satpam jadi tau. “Si ieu deui si ieu deui” ini berbahaya karena dapat merusak kredibilitas saya yg sudah saya bangun sejak akil baligh.
Tapi ketika realita tidak sesuai dengan harapan (karcis hilang) otomatis mau tidak mau satpam POLBAN harus saya hadapi. Strateginya macem2 bisa dengan gaya pura2 PD karcis ada, tapi pas diperiksa langsung dengan belaga bego “eh mana ya? tadi ada?” nah biasanya pak satpam gak bakal banyak chit chat chit chat paling cuman bilang “yaudah jangan sekali2 lagi”.
Atau dengan memilih satpam yang emang terkenal baik. Saya punya satpam favorit, satpam ini orang sumedang sama seperti saya. Pas saya bilang karcisnya ilang terus dia meriksa STNK, dia SELALU berkata seperti ini “Oh ieu mah orang Sumedang yeuh, Tanjungsari nya?” Udah gitu aja.
Dia bahkan tidak menasehati saya agar lebih menjaga karcisnya. Anehnya seingat saya.. dia psti mengatakan itu setiap kali saya keluar parkir. Mungkin dia adalah aslah satu orang spesial yg punya syndrome “short term memory loss” seperti di film 50th first dates

Balik lagi ke headline di atas, kenapa karcis parkir bisa sangat mempengaruhi hidup seseorang khususnya saya? Ini karena ketika saya sadar karcis saya hilang, seketika itu pula fokus saya pecah. Saya tidak peduli lagi apa yg diajarkan dosen. Yang penting hanyalah bagaimana saya bisa menemukan karcis parkir agar motor saya bisa keluar area POLBAN dengan selamat dan tanpa cacat.

 

We will be happy to hear your thoughts

Kirimkan Pesan